Kumpulan Makalah Perkuliahan

Makalah: Etika Pendidikan

Makalah: Etika Pendidikan

Etika Pendidikan
BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Etika Pendidikan dalam arti luas memiliki tujuan menciptakan generasi yang emansipatoris, terbebas dari belenggu keterbelakangan serta berbagai problem-problem sosial dalam masyarakat yang dapat menyebabkan terhambatnya kesejahteraan bersama. Dikarenakan hal tersebut maka diperlukan adanya suatu sistem kenegaraan atau sistem poliltik yang mengatur pendidikan tersebut sesuai dengan tujuan yang telah terjabarkan diatas.

Tujuan pendidikan menciptakan generasi yang cerdas, namun juga memiliki etika (moral) yang dapat membantunya dalam bersosialisasi dalam masyarakat, karena itulah pendidikan secara idealnya bersumber atas landasan lokal (lingkungan dan situasi sekarang) berkaitan dengan kebutuhan masyarakatnya dan memperhitungkan motif-motif sosial ekonomi, kultur dan politis yang terdapat pada situasi tersebut. Sehingga dapat mempersiapkan individu untuk menghadapi masa-masa yang akan terus berubah kedepannya.

Dalam permasalahan diatas maka diangap perlu untuk membahas etika pendidikan agar ketika kita menjadi insane berpendidikan dapat diterima oleh masyarakat

B.Rumusan Masalah
1.Bagaimana pengertian Etika?
2.Bagaimana pengertian pendidikan?
3.Bagaimana  pengertian Etika pendidikan ?
4.Bagaimana ruang lingkup Etika pendidikan ?
5.Bagaimana  obyek Etika pendidikan ?

C.Tujuan
1.Agar mahasiswa dapat lebih memahami tentang pengertian, ruang lingkup dan obyek kajian Etika Pendidikan.


BAB II
PEMBAHASAN

A.Pengertian Etika Pendidikan
Istilah etika berasal dari bahasa yunani kuno, kata yunani ethos dalam bentuk tunggal mempunyai banyak arti: tempat tinggal yang biasa, kebiasaan, adat, akhlaq, watak, perasaan, cara berfikir. Dala bentuk jamak (ta etha) artinya adalah: adat kebiasaan.[1]

Sedangkan Etika menurut para ahli sebagai berikut (Abuddin, 2000: 88-89):
1.Ahmad Amin berpendapat, bahwa etika merupakan ilmu yang menjelaskan arti baik dan buruk, menerangkan apa yang seharusnya dilakukan manusia, menyatakan tujuan yang harus dituju oleh manusia di dalam perbuatan mereka dan menunjukkan jalan untuk melakukan apa yang harus diperbuat.
2.Soegarda Poerbakawatja mengartikan etika sebagai filsafat nilai, kesusilaan tentang baik buruk, serta berusaha mempelajari nilai-nilai dan merupakan juga pengatahuan tentang nilai-nilai itu sendiri.
3.Ki Hajar Dewantara mengartikan etika merupakan ilmu yang mempelajari soal kebaikan (dan keburukan) di dalam hidup manusia semaunya, teristimewa yang mengenai gerak gerik pikiran dan rasa yang dapat merupakan pertimbangan dan perasaan sampai mengenai tujuannya yang dapat merupakan perbuatan.

Etika adalah ilmu yang membahas dan mengkaji secara kritis persoalan benar dan salah secara moral tentang bagaiman harus bertindak dalam situasi konkrit, etika berupa refleksi kritis untuk menentukan pilihan, sikap dan bertindak secara benar ketika terjadi dilema dalam menentukan kegardaan moral yang sama-sama sah dalam kehidupan. Sedangkan moral bukanlah ilmu untuk menelaah tetapi ia menjadi obyek dari etika, ketika etika berfungsi sebagai ilmu yang menelaah.

Makna pendidikan secara sederhana dapat diartikan sebagai usaha manusia untuk membina kepribadiannya sesuai dengan nilai nilai di dalam masyarakat dan kebudayaaan, dengan demikian, bagaimanapun sederhananya peradaban suatu masyarakat, didalamnya terjadi atau berlangsung suatu proses pendidikan. Karena itu sering di nyatakan pendidikan telah ada sepanjang peradaban umat manusia. Pendidikan pada hakekatnya merupakan suatu usaha manusia melestarikan hidupnya.

Istilah pendidikan ini menurut carter V. Good dalam “Dictionary of Education “ di jelaskan sebagai berikut:
a.Seni praktek atau profesi sebagai pengajar (pengajaran).
b.Ilmu yang sistematis atau pengajaran yang berhubungan dengan prinsip-prinsip dan metode-metode pengajaran pengawasan dan bimbingan murid; dalam istilah luas digantikan dengan istilah pendidikan.[2]

Menurut Prof. Lodge dalam buku “philosophy of education” menyatakan bahwa perkataan “pendidikan” dipkai kadang-kadang dalam arti yang lebih sempit. Dalam pengatian yang lebih luas, semua pengalaman dapat di artikan sebagai pendidikan seorang anak mendidik orang tuanya seperti halnya pula seorang murid mendidik gurunya, bahkan seekor anjing mendidik tuannya. Segala sesuatu yang kita katakana, pikiran atau kerjakan mendidik kita tidak berbeda dengan  apa yang dikatakan  atau dilakukan sesuatu kepada kita, baik dari benda benda hidup maupun dari benda benda mati. Dalam pengertian yang lebih luas ini hidup adalah pendidikan dan pendidikan adalah hidup.

Sedangkan pengertian yang lebih sempit pendidikan dibatasi dengan fungsi tertentu didalam masyarakat  yang terdiri dari penyerahan adat istiadat (tradisi) dgan latar belakang sosialnya, pandangan hidup masyarakat itu kepada warga masyarakat generasi berikutnya  dan demikian seterusnya.

Dalam pengertian yang lebih sempit ini, pendidikan berarti, bahwa prakteknya identik dengan “sekolah” yaitu pengajaran formal dalam kondisi kondisi yang diatur.[3]

Etika pendidikan adalah suatu poses pendidikan berjalan sesuai etika di masyarakat, sebab ketika suatu pendidikan berbeda dengan sistem yang berlaku di masyarakat, maka pendidikan tersebut tidak akan bisa berkembang bahkan dijauhi oleh masyarakat dan akhirnya akan kehilangan eksistensinya.

Antara etika dan pendidikan itu sangatlah erat dikarenakan etika itu mengakaji bagaimana cara pembelajaran yang benar sedangkan pendidikan adalah usaha manusia untuk membina kepribadiannya sesuai dengan nilai nilai di dalam masyarakat dan kebudayaaan, disini jelas disebutkan ketika seseorang ingin memiliki pendidikan maka orang tersebut harus memiliki etika yang baik agar dapat diterima oleh masyarakat.

B.Ruang Lingkup Etika Pendidikan
Menurut Mohd.Nasir Ibn Omar, lapangan kajian filsafat moral (etika) pada masa itu berkisar pada persoalan-persoalan: sifat-sifat bajik dan kebhagiaan jiwa, tiga daya jiwa dan pengaruhnya pada perilaku, kontrol jiwa atau penyucian jiwa mwlalui ilmu pengetahuan, disiplin dan hubungannyaa dengan masyarakat sehingga jiwa twrbebas dari segala kejahatan, mencapai kesempurnaan dan kabahagiaan yang tertinggi.[4]

Ruang lingkup etika pendidikan tidak memberikan arahan yang khusus atau pedomaan yang tegas terhadap pokok-pokok bahasannya, tetapi secara umum ruang lingkup etika adalah sebagai berikut :
a.Sejarah tentang tingkah laku manusia
b.Cara-cara menghukum, menilai baik dan buruknya suatu pengajaran atau pekerjaan
c.Etika menyelidiki faktor-faktor penting yang mencetak, mempengaruhi dan mendorong lahirnya tingkah laku manusia, meliputi faktor manusia itu sendiri, fitrahnya atau nalurinya, adat kebisaanya, lingkungannya, kehendak, cita-citanya, suara hatinya, motif yang mendorongnya, perbuatan dan masalah pendidikan
d.Etika menerangkan mana yang baik dan mana yang buruk. Menurut ajaran islam etika yang baik itu harus bersumber pada al Qur’an dan hadits Nabi
e.Etika menegaskan arti dan tujuan hidup yang sebenarnya, sehingga dapatlah manusia terangsang secara aktif mengerjakan kebaikan dan menjauhkan segala kelakuan yang buruk dan tercela.

C.Obyek Etika Pendidikan
Obyek Etika Pendidikan adalah setiap tingkah laku atau perbuatan manusia yang berkaitan dengan norma yang belaku di masyarakat, sehingga dapat dikatakan bahwasannya tingkah laku manusia itu, baik yang dapat diamati secara langsung maupun tidak, dapat dijadikan sebagai bahan tinjauan, tempat penilaian terhadap norma yang berlaku di masyarakat. Perbuatan menjadi obyek ketika etika mencoba atau menerapkan teori nilai.

Perpaduan antara nilai dengan perbuatan sebagai pelaksanaannya menghasilkan sesuatu yang disebut moral atau kesusilaan. Perbuatan yang dapat dihubungkan dengan nilai etis adalah:
a.Perbuatan oleh diri sendiri baik dalam keadaan sadar maupun tidak.
b.Perbuatan oleh pengaruh orang lain bisa berupa saran, anjuran, nasehat, tekanan, paksaan, peringatan, ataupun ancaman.

Menurut pendapat Dr. Achmad Amin yang mengemukakan bahwa perbuatan yang dimaksud sebagai obyek etika ialah perbuatan sadar baik oleh diri sendiri atau pengaruh orang lain yang dilandasi oleh kehendak bebas dan disertai niat dalam batin.


BAB III
PENUTUP

A.Kesimpulan
Istilah etika berasal dari bahasa yunani kuno, kata yunani ethos dalam bentuk tunggal mempunyai banyak arti: tempat tinggal yang biasa, kebiasaan, adat, akhlaq, watak, perasaan, cara berfikir. Dala bentuk jamak (ta etha) artinya adalah: adat kebiasaan

Ahmad Amin berpendapat, bahwa etika merupakan ilmu yang menjelaskan arti baik dan buruk, menerangkan apa yang seharusnya dilakukan manusia, menyatakan tujuan yang harus dituju oleh manusia di dalam perbuatan mereka dan menunjukkan jalan untuk melakukan apa yang harus diperbuat.

Pendidikan secara sederhana dapat diartikan sebagai usaha manusia untuk membina kepribadiannya sesuai dengan nilai nilai di dalam masyarakat dan kebudayaaan, dengan demikian, bagaimanapun sederhananya peradaban suatu masyarakat, didalamnya terjadi atau berlangsung suatu proses pendidikan. Karena itu sering di nyatakan pendidikan telah ada sepanjang peradaban umat manusia. Pendidikan pada hakekatnya merupakan suatu usaha manusia melestarikan hidupnya.

Etika pendidikan adalah suatu poses pendidikan berjalan sesuai etika di masyarakat, sebab ketika suatu pendidikan berbeda dengan sistem yang berlaku di masyarakat, maka pendidikan tersebut tidak akan bisa berkembang bahkan dijauhi oleh masyarakat dan akhirnya akan kehilangan eksistensinya.

DAFTAR PUSTAKA
Amar,Isrofil.2009.Etika Politik Pendidikan Agama Islam.Jakarta:Prenada Media Group.
M,Amir.2002.Etika Islam.Yogyakarta:Pustaka Pelajar.
http://www.anneahira.com/etika-pendidikan.htm diambil ahad 29 desember 2013
K. bertens,2001 Etika, Jakarta :PT Gramedia pustaka utama
Noor syam. M, dkk 1988. Pengantar dasar dasar kependididkan , Surabaya: usaha nasional



[1]K. bertens, Etika, (Jakarta :PT Gramedia pustaka utama 2001), hal 4
[2]Tim dosen FIP-IKIP Malang, pengantar dasar-dasar kependidikan (Surabaya: usaha nasional 1988) hal 2-3
[3]Tim dosen FIP-IKIP Malang, pengantar dasar-dasar kependidikan (Surabaya: usaha nasional 1988) hal 5-6
[4]Amril M.,Etika Islam (Yogyakarta:Pustaka Pelajar,2002),2


0 Komentar untuk "Makalah: Etika Pendidikan"

Back To Top